Sabtu, 10 Maret 2012

Chester dapet undian (Chapter 1)


Suatu siang di rumah Pak Robert, Chester membawa seember penuh pakaian kotor ke mesin cuci. Ia memasukkan beju-baju tersebut ke dalam mesin cuci. Saat membuka kemasan sabun cuci, Ia menemukan secarik kertas dengan gambar mobil, Ia pun segera membacanya. “SELAMAT ANDA MEMENANGKAN HADIAH MOBIL,” Chester hanya cuek dan menaruh kertas itu, tiba-tiba Ia menyadari sesuatu kemudian membacanya lagi dengan lebih teliti, “selamat...  anda...  memenangkan... hadiah... mobil,” Chester melihat sekelilingnya memastikan hanya Ia sendiri, Chester langsung histeris kegirangan. Lalu, Mike yang baru selesai mandi menghampirinya.
“lo kenapa sih?” tanya Mike bingung.
“gu..gu..” jawab Chester gagap.
“guguk? Anjing?”
“gue...da...da...”
“dadar? Lo pengen makan telor dadar?”
“mo...mo...”
“monyet?”
“bukan! Gue dapet mobil!” kata Chester sambil memberikan kertas itu pada Mike.
Kemudian Mike membacanya, “selamat anda memenangkan hadiah mobil, hah!? Mo...mo....bb..il?” Mike malah ikut-ikutan gagap.
“ah lu ikut-ikutan gagap. Ngga kreatip!” kata Chester.
“untuk mendapatkan hadiah ini, anda harus segera menelpon nomor konfirmasi dibawah ini... jika tidak maka hadiah akan hangus,” Mike melanjutkan membaca. “ayo cepet telepon!”
“gue...gue...grogi banget nih....”
“gue aja yang telpon ya” Mike hendak pergi sambil membawa kertas undian tersebut namun Chester mencegahnya. “apa?”
“kertasnya jangan dibawa... lo ambil kertas aja terus nomernya ditulis.” Kata Chester. Mike mengangguk dan pergi mencari kertas.
“emaaak... akhirnya Chester dapet mobil!” teriak Chester dengan girang disertai dengan sujud syukur.

***

Sementara itu, kanjeng Anna sedang telepon-teleponan. Dan saat hendak selesai menelepon dan menutup telponnya, Mike datang.
“kanjeng Anna sudah selesai teleponnya?” tanya Mike.
“kamu liatnya gimana?” Kanjeng Anna balik tanya.
“udah.”
“itu tau. Pake nanya.” Saat kanjeng Anna hendak pergi, mendekati telepon.
“kanjeng Anna.” Panggil Mike.
“apa?” sahut kanjeng Anna.
“saya boleh pake teleponnya?”
“buat apa?”
“menurut kanjeng Anna telepon buat apa?”
“ya buat telepon.”
“lah itu tau. Pake tanya” Mike mangulangi kata-kata kanjeng Anna. Kanjeng Anna terdiam. “KRIIIING” telepon berbunyi, kanjeng Anna dengan cekatan langsung mengangkat teleponnya.
“kanjeng Anna, saya kan mau nelpon!” kata Mike.
“tapi teleponnya bunyi. Harus saya angkat dulu.” Kata kanjeng Anna sambil tetap memegang gagang telepon.
“tapi ini penting.”
“ini juga penting!”
“penting apanya, saya liat dari tadi kanjeng Anna Cuma ngegosip kok!”
“eh, gosip aantar kaum ningrat itu lebih penting daripada hidupmu!”
“tapi ini urusan hidup dan mati....”
Lalu mereka berdua rebutan telepon. Hingga Chester datang melihat mereka. Ia terdiam sebentar lalu menghampiri mereka.
“Mike! Kanjeng Anna!” panggil Chester. Mereka berdua pun berhenti berantem. “apa-apaan ini,ribut-ribut kayak anak kecil aja!”
“kasih tau pertnermu ini, jangan suka ngambil-ngambil telepon majikan!” kata kanjeng Anna.
“tapi kan aku mau nelpon ke nomer yang tadi kausuruh, Chaz.” Bantah Mike.
“siapa yang nyuruh nelpon siapa?” Mike terkejut. “nomer siapa itu?” lanjut Chester. Mike semakin bingung. “denger ya, lo itu supir dan kanjeng Anna itu majikan. Jadi yang berhak memakai telepon adalah majikan, bukan supir...” jelas Chester.
“denger kamu?” tanya kanjeng Anna.
“inget Mike, lo udah gede. Jadi camkanbahwayang berhak memakai telepon ini adalah kanjeng Anna.” Kata Chester.
“dengerin si Chester! Ini contoh yang baik.” Kata kanjeng Anna.
“udah, kanjeng Anna. Bawa aja teleponnya. Daripada entar direcokin sama Mike lagi.” Kata Chester.
“iya.untung ada kamu. Tapi kabelnya...”
“udah buruan!” Chester menyuruh kanjeng Anna pergi.
“tapi, tapi, teleponnya....” kata Mike.
“BANYAK OMONG LO!” potong Chester. Lalu Ia memasang kabel pada telepon yang lain. Mike hanya melongo.
“telepon dari mana?” tanya Mike.
“udah ga usah ditanya, buruan telepon!” kata Chester.
“lo kok pinter sih!” puji Mike.
“ga usah dibahas itu. Biasanya kalo ditanya ‘kamu kok pintar?’ entar gue jawab ‘kamu sih oon!’ udah buruan telepon!” kata Chester. Lalu, Mike segera menelepon nomer konfirmasi tersebut. Namun, ternyata untuk mendapatkan hadiah mobil hadiah itu, pemenang harus mentransfer uang 1 juta. Kenapa ya?

Bersambunk.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar